Konsep, Definisi Dan Penjelasan Lengkap Safety Riding
Di Indonesia sekarang ini banyak bermunculan klub-klub/komunitas sepeda motor. Argumen bahwa perlunya kita bergabung dalam sebuah klub motor tidak sepenuhnya jelek melainkan ada baiknya juga. Selain bisa membangun tali silaturahmi juga dapat menambah wawasan kita dalam berorganisasi dan menumbuhkan jiwa sosial. Tidak perlu memilih itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang baik dan bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib saat berkendara. Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli akan keselamatan dan keamanan berkendara. Klub motor sering melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan te ntang keselamatan dan keamanan berkendara kepada anggota barunya. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan berkendara (Safety Riding).
DEFINISI DAN PENJELASAN SAFETY RIDING
Definisi Safety Riding yang dikutip dari salah satu sumber mengandung pengertian adalah suatu usaha yang difakukan da/am meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita sesertaa pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya. Implementasi dari pengertian di atas yaitu bahwa diisaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
DEFINISI DAN PENJELASAN SAFETY RIDING
Definisi Safety Riding yang dikutip dari salah satu sumber mengandung pengertian adalah suatu usaha yang difakukan da/am meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita sesertaa pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya. Implementasi dari pengertian di atas yaitu bahwa diisaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Rumus dan Tata Cara Touring Sepeda Motor
Touring menggunakan sepeda motor secara bersama-sama merupakan salah
satu kegiatan para bikers. Kegiatan berkendara menuju tempat yang jauh.
Untuk lebih menyatukan komando, maka perlu digunakan aturan atau tata
tertib dalam berkendara berjamaah atau touring konvoi. Penggunaan aturan
baik itu kode-kode serta tata cara dalam berkonvoi perlu dipahami oleh
para bikers. Agar perjalanan dapat berjalan lancar dan tiba dengan
selamat.

Berikut ini sedikit pengetahuan tentang Rumus dan Tata Cara Touring yang saya ambil dari fanpage Divisi Humas Mabes Polri.
HAND CODE (KODE TANGAN) SAAT KONVOI / ROLLING
HAND CODE (KODE TANGAN)
Kode tangan ini sering diberikan oleh pemimpin konvoi pada saat berkendara beriringan / konvoi / Rolling. Namun seringkali membuat kita bingung akan makna kode tangan tersebut. Baiklah, saya akan sedikit membahas makna dari setiap kode yang dimaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman saat berkonvoi.
# Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Kode tangan ini sering diberikan oleh pemimpin konvoi pada saat berkendara beriringan / konvoi / Rolling. Namun seringkali membuat kita bingung akan makna kode tangan tersebut. Baiklah, saya akan sedikit membahas makna dari setiap kode yang dimaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman saat berkonvoi.
# Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Langganan:
Postingan (Atom)






